Categories
Blogging

Amerika Serikat dan Iran, masih konflik?

Akhir-akhir ini, nyatanya semua masyarakat dunia tengah resah karena Amerika Serikat telah membunuh sang jenderal Iran, yakni Qassem Soleimani atas perintah Donald Trump. Dengan perihal tersebut, Iran langsung memberitakan akan membalas ke Amerika Serikat karena telah membunuh Jenderalnya. Dan selang tak lama, Iran langsung memborbardir markas Amerika Serikat dan telah mengirimi sebanyak 9 rudal yang menewaskan sekitar 80 tentara Amerika Serikat. Bukan hanya itu, nyatanya Iran telah menyandera 52 orang berkebangsaan Amerika Serikat selang tak lama meluncurkan rudal ke pangkalan militer milik AS. Lalu konflik apa sajakah yang tengah berlangsung? Ingin tahu berita lengkapnya? Yuk segera simak artikel berikut ini!

Siapakah Qassem Soleimani?

Qassem Soleimani merupakan salah satu jenderal yang sangat berpengaruhbagi negara Iran. Karena nyatanya, Qassem Soleimani dipandang sebagai salah satu sosok yang sangat kuat kedua di negara Iran. Ia dipercaya, mampu memimpin pasuka Quds selama 21 tahun. Pria yang berumur 21 tahun ini nyatanya merupakan salah satu pemimpin tertinggi dan Soleimani juga dipercaya dan dipuji sebagai salah satu tokoh nasional yang sangat heroik.

Apa yang dikatakan presiden Donald Trump?

Dalam sebuah konferensi persyang diadakan di resor Mar-A-Lago di florida, Donald Trump mengatakan bahwa serangan udara milik Amerika Serikat yang bertujuan di Irak memang telah ter koordinasi. Melalui konferensi itu, ia berkata “militer milik Amerika Serikat dengan melakukan serangan tepat sasatan tanpa cacat sama sekali yang telah menewaskan teroris nomor satu yang ada di dunia, Qassem Soleimani” Donald Trump juga menambahkan “Qassem Soleimani telah merencanakan serangan yang kejam untuk diplomat Amerika serta personil militer, tetapi kami terlebih dahulu menangkapnya dalam tindakan itu dan telah menghentikannya” dengan hal tersebut, para masyarakat telah mengetahui bahwa jenderal Iran sbobet88 telah dibunuh. Dengan adanya berita tersebut, nampaknya langsung diketahui oleh negara Iran dan telah membuat para masyarakat Iran kesal. Iran langsung merespon hal tersebut dengan mengibarkan bendera merah diatas Masjid Jamkaran di Qom, Iran.

Dimanakah jenderal Qassem Soleimani dibunuh?

Soleimani bersama dengan pejabat-pejabat lainya yang didukung Iran meninggalkan bandara Baghdad dengan menggunakan dua mobil ketika mereka sedang diserang menggunakan rudal yang dikirimkan dari pesawat yang tak berawak milik Amerika Serikat didekat area kargo bandara. Jenderal Qassem Soleimani nampaknya dilaporkan baru saja mendarat sehabis perjalanannya dari Lebanon ataupun Suriah. Garda revolusi Iran telah mengtakan bahwa dalam kejadian itu, 10 orang dikabarkan tewas ditempat termasuk lima anggotanya serta pemimpin milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis.

Fakta apa saja yang terungkap?

Setelah kejadian serangan Amerika Serikat yang disebabkan oleh presiden Donald Trump itu sendiri, nyatanya telah banyak anggota demokrat yang juga mengatakan bahwa tindakan-tindakan yang diambil oleh Donald Trump semakin mengantarkan Amerika Serikat ke ambang perang dengan Iran. Dan tentunya hal tersebut sangat membuat warga dunia yang gelisah, takut akan hal mengerikan, ialah perang dunia ketiga benar-benar terjadi. Sebelum Iran meluncurkan rudal ke pangkalan Amerika Serikat yang ada di Iran untuk membalaskan dendamnya terhadap kematian Soleimani. Pertama kali dalam sejarah di Iran, bahwa mereka telah mengibarkan bendera merah di Masjid Jamkaran yang berada di tempat pemakaman Syiah, di kota suci Iran Qam. Nyatanya, hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran memang kian pasang surut selama hampir tujuh dekade setelah perang dunia ke II. Pada saat itu Iran telah berusaha menasionalisasi kan tambang minyaknya. Namun, apa yang akan dilakukan oleh Iran itu nyatanya tak disukai Inggris. Dengan bantuan dari CIA, pemerintahan Mossadegh tumbang yang kemudian digantikan oleh Shah Reza Pahlevi. Pada saat itu, peristiwa terjadi di tahun 1993. Dan sejak peristiwa itu pula hubungan antara Amerika Serikat dengan hubungan antara Iran mulai membaik dan memulai kembali lembaran baru yang terbilang sangat akrab. Pada tahun 1957 kedua negara tersebut, yakni Amerika Serikat dengan Iran kian membaik dalam pembuatan nuklir bersama. Sehingga, terjadilah peristiwa yang diadakan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang kian membuat hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran semakin memanas.